Wednesday, January 8, 2014

Resolusi 2014.

January 08, 2014 0 Comments
Mungkin Klasik membuat resolusi seperti ini, tapi anggaplah ini sebagai self note bagi diri sendiri bahwa kita mungkin punya cita-cita atau sesuatu yang ingin kita capat. A note to remember, semoga mungkin bisa menjadi nyata.

1. Harus punya pencapaian besar, setidaknya yang bisa membanggakan diri sendiri apalagi orang lain. Kuliah udah mau 4 semester tapi engga ppunya pencapaian apa-apa? rasanya tahun ini harus ada sesuatu yang saya peroleh entah itu hal kecil atau pun hal besar, sesuatu yang bisa saya banggakan dan membuat saya berarti.

Saturday, January 4, 2014

Cerita hari Minggu, 18 Oktober 2013

January 04, 2014 0 Comments
Ini adalah cerita tentang hari Minggu, tanggal 13 Oktober 2013. Jadi ini udah lama kesimpen di draft cuma lupa untuk diselesaikan dan di post. Silahkan dibaca, barangkali setuju atau mau berkomentar, boleeeeh... Jadi mari kita mulai pada ceritanya, begini ceritanya :
Hari ini membatalkan segala rencana untuk nemenin teteh yang baru saja rilis novelnya ini buat ketemu sama seseorang yang mengurusi promo novelnya, by the way selamat teteh Odet akhirnya Novelmu resmi sudah ada di toko buku seluruh Indonesia. Penantianmu akhirnya berbuah hasil dan inilah awal dari semuanya, selamat menikmati perjalanan selanjutnya. Semoga akan ada buku-buku lain yang diciptakan, akan ada anak-anak lainnya yang kelak akan dikenal dunia. Selamat Datang, Cinta. Yang baca tulisan ini, kalian harus merasa penasaran dan harus segera mencarinya di toko buku. Hehehe. Semoga laku keras di pasaran ya, teeeh :----*

Ruang Lingkup Seseorang

January 04, 2014 0 Comments
Pernah berpikir tentang ruang lingkup seseorang?
Ketika banyak orang menggembor-gemborkan untuk tidak boleh berkelompok atau yang lebih sering kita dengar dengan sebutan geng. Katanya sih hidup itu harus bersosialisasi, nggak boleh gep-gepan. Katanya sih gitu..
Katanya hidup itu harus berbaur dan tidak boleh pilih-pilih. Katanya sama temen itu harus akur. Cuma ya mau apalagi, setiap orang kan punya ruang lingkup orang terdekatnya masing-masing, jangan pernah merasa aneh jika terdapat celah dan perbedaan diantara setiap orang.

Saturday, September 21, 2013

(semoga) bukan pepesan kosong.

September 21, 2013 0 Comments
Sudah banyak kata-kata yang tertangkap oleh mataku, masuk melalui telingaku, menjadi bahan pertimbangan bagi pikiranku dan mengena tepat di hatiku, tapi semuanya seolah aku abaikan begitu saja. Ketika cinta membuat kamu yang ada dalam pikiranku seolah begitu berharga layaknya sebuah berlian yang harus diperlakukan dengan baik sementara tidak sebaliknya dengan perlakuanmu padaku, mungkin. Ketika cinta membuat diri ini tampak begitu bodoh, entah sudah berapa banyak air mata yang dijatuhkan hanya untuk menangisi orang yang bahkan tidak mempedulikan diriku ini, berapa kali diri ini harus merelakan lagi dan lagi hati ini untuk dihancurkan demi seseorang yang bahkan tak aku ketahui ketahui apakah dia pun rela jika hatinya mungkin harus hancur demi diriku, berapa kali perasaanku di obrak-abrik olehnya ketika bahkan aku merasa hidupku hampir sempurna. Ketika cinta membuatku seolah menjadi manusia yang rela menikmati rasa sakit yang berulang kali.

Tuesday, September 17, 2013

Berbagi Senyuman Shaum

September 17, 2013 0 Comments
Siang itu cuaca sangat panas, sama seperti suasana di ruangan rapat ini. Semua orang berlomba untuk menyampaikan aspirasi mereka, mereka saling mengeraskan suara mereka. Mahasiswa-mahasiswa yang sebagian besar mengaku diri mereka aktivis ini terkadang egois karena mementingkan isi kepala mereka yang harus diterima oleh banyak orang. Aku adalah tipikal orang yang senang berorganisasi, oleh karena itu aku memutuskan untuk mengikuti Badan Eksekutif Mahasiswa di Fakultasku. Organisasi membuatku tahu bagaimana cara membagi tugas dengan baik, menyusun rencana sesuai dengan tujuan dan mewadahi aspirasi juga menyatukan visi dan misi yang sama.

Saturday, September 7, 2013

Tulisan di kala hujan.

September 07, 2013 0 Comments
Sore ini di luar turun hujan yang cukup deras, tak begitu lama, hanya selang 30 menit setelah panasnya hari ini. Kemarau ini mungkin butuh sedikit sesuatu yang basah, mungkin kemarau merindukan hujan untuk sesaat, sebuah pelukan dari tetes air hujan dan wangi petrichor yang menyejukkan. Hujan yang tidak terlalu deras dan aku yang duduk manis menatapnya, hanya aku dan pikiranku yang merindukan sesuatu dibalik hujan yang turun ini. Kembali tentang aku dan hujan, atau mungkin juga kamu dan rintik hujan yang jatuh berlomba dengan pikiranku siapakah diantara keduanya yang lebih cepat dalam membuatku mengingat sesuatu yang aku rindukan. Tak ada yang salah jika hujan ini mengingatkanku kembali padamu yang sudah pergi, karena memang begitu fungsinya, hujan ini seolah menjadi mesin waktu penghubung antara aku dan sebuah kenangan dari masa lalu yang begitu banyak dan tak mampu aku ingat satu persatu.

Friday, September 6, 2013