Wednesday, August 15, 2012

Aku menulis tentangmu..

August 15, 2012 0 Comments
Ketika seseorang menuangkanmu dalam tumpukan kata berupa sebuah cerita, pendeskripsian dengan baik atau mungkin sebuah puisi, saya rasa orang tersebut benar-benar mencintai kamu dengan tulus. Mengapa? Karena sebuah tulisan biasanya muncul dari lubuk hati yang terdalam, otak yang memikirkan kata-kata pun didukung oleh apa yang hati dan perasaan rasakan.

Beruntunglah kamu jika kamu tahu ada yang menuliskan tentang kamu, kamu harus paham bahwa itu menandakan perasaannya yang tulus. Beruntunglah kamu bahwa seseorang menuliskanmu dengan kata-kata indah dan manis. Bagaimana tidak, itu artinya kamu jadi inspirasinya, dan menjadi yang paling sering intensitas kemunculannya dalam benak orang yang mencintaimu. Buktinya, orang yang menuangkanmu dalam tulisannya tentu menjadikanmu inspirasi karena kamulah yang selalu mendiami seluruh pikiran si pemilik tulisan. Mendeskripsikan kamu menjadi mudah, karena kamu inspirasinya. Pernah kamu berpikir sejauh ini?

Monday, August 13, 2012

Kadang, suatu hari.

August 13, 2012 0 Comments
Kadang suatu hari yang aku takutkan adalah aku melihatmu pergi dan bahagia bersama orang lain.
Kadang suatu hari yang aku takutkan adalah aku mampu melupakanmu.
Kadang suatu hari yang aku takutkan adalah aku mampu tak mengingat apapun tentang kamu.
Kadang suatu hari yang aku takutkan adalah tak mengingat semua tentang kamu.
Kadang suatu hari yang aku takutkan adalah kita tidak lagi bebicara satu sama lain, bahkan sekedar bertegur sapa pun tidak.

Wednesday, August 8, 2012

I Think.

August 08, 2012 0 Comments
Karena terkadang akhirnya pada suatu hubungan hanya berujung dengan kecewa pada satu pihak, dia lah yang paling mencintai dan merasa kehilangan. Satu pihak lainnya bertugas melupakan dan merasa seolah tidak ada apa-apa. Jadi, apakah dalam satu hubungan yang mencintai dengan tulus hanyalah satu pihak? Dia lah yang sulit melupakan. Lihat saja pada akhirnya. Atau biasanya skenarionya dibuat berbalik sesuai keinginan tuhan. Entahlah saya merasa banyak hal terjadi seperti ini.

Kelak di hari nanti..

August 08, 2012 0 Comments
Kelak, suatu hari nanti akan datang masa dimana kita berada di satu tempat yang sama, duduk bersama berdua di tempat yang disebut pelaminan.
Disana kita lihat orang-orang yang kita sayangi ikut berbahagia di hari itu, kelak di suatu hari nanti.
Semua sudah terencana dan digariskan tuhan, hanya kita tidak pernah tahu kapan itu akan terjadi, yang jelas kelak kamu lah yang akan menjadi jodohku.

Ibaratnya.

August 08, 2012 0 Comments
Ibaratnya aku adalah sebuah bibit, anggap saja aku begitu. Aku, terbawa terbang oleh angin dan tak tahu arah kemana aku akan dibawanya, aku hanya mengikuti arah angin dan alurnya hingga akhirnya ternyata angin membawa aku ke halamanmu yang aku ibaratkan bahwa aku jatuh begitu saja dihatimu. Kemudian aku tumbuh menjadi tanaman yang tinggi, subur dan mungkin sangat kuat dan gagah sehingga sulit ditebang karena sudah terlalu kokoh, perasaanku disini aku ibaratkan sebagai bibit yang tumbuh membesar kemudian tak dapat ditebang. Aku dan perasaanku yang sudah terlalu besar padamu, sulit untuk dipatahkan seperti pohon yang kokoh.

Di bangku taman.

August 08, 2012 0 Comments
Dia yang ada disana, wanita manis berhidung mancung dan juga berdagu lancip, rambut terurai panjang dan dengan senyuman manisnya yang terpancar sedang duduk manis sendirian di sudut taman di sebuah bangku taman berwarna coklat mengkilap menikmati semilir angin di sore hari menunggu hingga matahari terbenam, ingin hatiku menghampirinya yang sedang duduk sendirian hanya bersama headphone dan mp3 nya. Sore ini aku hanya bisa mengamatinya dari kejauhan, menganalisa setiap gerakannya. Duhai wanita manis, siapakah kamu? Rasa-rasanya baru kali ini aku melihatmu ada disana duduk dengan headphone nya. Duhai wanita manis yang duduk di bangku taman berwarna coklat mengkilap, siapakah gerangan?