Showing posts with label Meracau. Show all posts
Showing posts with label Meracau. Show all posts

Tuesday, October 25, 2016

Jatuh cinta berkali-kali?

October 25, 2016 0 Comments
Apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta berkali-kali kepada orang yang sama? Selalu saja ada satu waktu yang membuat kamu kembali jatuh cinta kepada orang tersebut dengan hal-hal yang tidak pernah kamu duga yang dia lakukan kepadamu? Selalu saja ada satu hal yang membuat kamu berhasil jatuh cinta lagi dan lagi kepada seseorang tersebut dan kemudian kamu hanya bisa merasa tak habis pikir dengan apa yang dia lakukan lalu tersenyum mengingat semuanya.

Jika kamu pernah merasakan hal yang sama, baiklah aku bersyukur bahwa aku tidak sendirian.

Thursday, August 4, 2016

August 04, 2016 0 Comments
Terbangun di dini hari ketika orang lain hendak pergi tidur.. Sudah cukup lama rasanya tidak menulis, maksudku, menulis untuk hal semacam ini. Setelah selama ini berkutat hanya menulis untuk tugas akhir, rasanya rindu menyampaikan separuh isi kepala melalui tulisan.
Teringat kemarin saat sedang diuji oleh seorang dosen di waktu sidang komprehensif, kemudian beliau menyatakan tanggapannya atas seluruh jawaban yang saya lontarkan
"kamu ngomongnya dilatih ya supaya jangan kecepetan, itu tuh biasanya karena terlalu banyak hal di dalam kepala kamu, makanya semuanya seolah ingin disampaikan"

Friday, October 23, 2015

Hehe.

October 23, 2015 0 Comments
Akhir-akhir ini sedang ada dalam fase menghadapi orang-orang hanya dengan senyum, mengelus dada dan bilang oh.. Karena apa? Karena tingkah lakunya…Ya begitulah manusia, ini tentang pikirannya yang bisa berubah bahkan hanya dalam waktu sepersekian detik. Tak hanya pikirannya, ucapan dan perilakunya juga. Saya sendiri juga mungkin tanpa sadar pernah berperilaku seperti itu, tulisan ini dibuat berdasarkan banyaknya ucapan yang berakhir dengan hanya omong kosong… Ya! Seperti yang sudah dikatakan, pikiran manusia bisa berubah dalam waktu hanya sepersekian detik dan barangkali hal ini disebabkan oleh apa yang kita lihat.. Detik ini bisa saja dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai sesuatu, sepersekian detik kemudian bisa saja kemudian dia mengatakan bahwa dia menyukainya. Hari ini dia mengatakan bahwa dia tidak menyukai sesuatu atau tidak menyukai seseorang, lalu kemudian keesokan harinya kita mendapatinya sedang bersama sesuatu atau mungkin seseorang yang katanya tidak ia sukai. Menelan ludah sendiri, memakan omongannya sendiri. Barangkali esok hari bisa lebih belajar untuk memikirkan kembali segala sesuatu sebelum diucapkan atau disampaikan agar tak jadi pertanyaan besar dan jadi hal yang mengganjal bagi orang lain.

Selamat malam.

Tuesday, January 6, 2015

January 06, 2015 0 Comments
Rasanya setiap kali tentangmu terlintas dalam benakku, seolah ada ngilu yang samar terasa, yang aku coba untuk tutupi tapi sesungguhnya ada dan terasa nyata... Seolah mencoba untuk menguatkan diri bahwa tak perlu ada yang membantu untuk menghadapi ini semua, tapi ternyata kenyataan selalu tak sejalan dengan harapan. Sekuat apapun aku berusaha menutupi segalanya, seringkali itu semua seolah berbalik menyerangku, berkali-kali ku coba membuangnya jauh, semuanya seolah menerkanku dan bahkan menggerogoti seluruh isi kepalaku. Oh, poor you.

Sunday, November 30, 2014

Rindu itu, bagiku..

November 30, 2014 2 Comments
Pernah merasa rindu pada seseorang sampai rasanya kamu tak bisa apa-apa dan hanya bisa diam sampai mati rasa?
Iya pernah. Memendam rindu itu selalu saya ibaratkan seperti menahan rasa sakit hingga tidak terasa lagi, atau ketika kamu berendam di air hangat, atau lagi seperti meminum obat yang pahit. Jadi apakah maksud dari itu semua? Intinya adalah rasakan semuanya sampai kamu benar-benar tidak bisa merasakannya lagi, atau sampai kamu benar-benar mati rasa.
November 30, 2014 0 Comments
It's been almost 4 years since you said that everything had done...... Lalu apa? Udah se-lama itu ya? Oh aku kira baru kemarin... Hahahaha lalu apa lagi? Entahlah, baik-baik kamu disana, sejauh ini hanya doa yang bisa terucap, tak ada harap yang lebih, hanya sebuah harap agar kamu selalu berbahagia dan baik-baik saja diluar sana. Iya, hanya itu.

Saturday, February 1, 2014

Mungkin ini curhat.

February 01, 2014 0 Comments

Aku tak pernah banyak menuntut, aku pun tak pernah banyak meminta, aku tak pernah meminta suatu hal yang begitu berat, apalagi memaksa, hanya sebuah kesediaan yang aku mau, sebuah kesadaran diri tanpa paksaan, satu permintaan yang mungkin tak akan aku minta berulang kali.
Nampaknya entah aku yang salah atau orang-orang yang tak lagi peduli, atau aku bukanlah prioritas utama bagi mereka, mereka memiliki hal yang lebih penting dibandingkan aku yang mereka rasa harus lebih diutamakan.. Begitu menurutku, bukan aku yang asik dan sibuk dengan duniaku, ini mungkin hanyalah caraku mengalihkan perhatian agar aku tak banyak mengingat hal-hal yang mungkin kurang menyenangkan untuk diingat terus menerus. Seseorang yang aku anggap dia adalah proiritas dalam hidupku belum tentu menganggap aku pun sebagai prioritas dalam hidupnya.

Saturday, September 21, 2013

(semoga) bukan pepesan kosong.

September 21, 2013 0 Comments
Sudah banyak kata-kata yang tertangkap oleh mataku, masuk melalui telingaku, menjadi bahan pertimbangan bagi pikiranku dan mengena tepat di hatiku, tapi semuanya seolah aku abaikan begitu saja. Ketika cinta membuat kamu yang ada dalam pikiranku seolah begitu berharga layaknya sebuah berlian yang harus diperlakukan dengan baik sementara tidak sebaliknya dengan perlakuanmu padaku, mungkin. Ketika cinta membuat diri ini tampak begitu bodoh, entah sudah berapa banyak air mata yang dijatuhkan hanya untuk menangisi orang yang bahkan tidak mempedulikan diriku ini, berapa kali diri ini harus merelakan lagi dan lagi hati ini untuk dihancurkan demi seseorang yang bahkan tak aku ketahui ketahui apakah dia pun rela jika hatinya mungkin harus hancur demi diriku, berapa kali perasaanku di obrak-abrik olehnya ketika bahkan aku merasa hidupku hampir sempurna. Ketika cinta membuatku seolah menjadi manusia yang rela menikmati rasa sakit yang berulang kali.

Saturday, July 6, 2013

Time changes.

July 06, 2013 0 Comments
Ketika waktu berlalu, semua hal berlalu, semua hal berubah, semuanya berbeda, tak lagi sama.
Mungkin seseorang perlu untuk menamparku agar setidaknya mengingatkanku bahwa semua tak lagi sama seperti dulu. 
Entah harus dengan cara apa lagi untuk mengingatkan diri ini bahwa semua yang terjadi sekarang ini sudah tak lagi sama seperti dulu dan tidak akan pernah kembali seperti dulu.
Mengapa terus membandingkan segala hal yang ada sekarang ini dengan apa yang telah terjadi di masa lalu?
Tak lelah kah diri ini menjadi orang yang terus menerus merasa tersiksa karena terus membandingkan sesuatu?

Wednesday, June 26, 2013

Lalu bagaimana denganmu?

June 26, 2013 0 Comments
Jika tengah malam tiba, satu hal yang aku benci adalah mendapati bayangmu yang memenuhi seluruh isi kepala ini dengan segala ekspresi wajahmu dan semua rekaman dari masa lalu. 
Entah apa yang salah dengan kepala ini yang maunya hanya di isi segala bayangan tentang kamu, semua itu belum mau pergi. 
Segala rindu yang mungkin tertuju padamu ternyata ikut pula memaksa agar kepala ini terus mengingat kamu. 
Rasanya dirimu ini seolah terperangkap dalam kepalaku, ada dalam sebuah labirin yang mungkin kau tak tahu jalan untuk keluar, tak ada celah sedikit pun, entah kamu yang tak mau pergi atau aku yang tetap membiarkanmu ada disana hingga kini.
Nampaknya membiarkanmu ada di pikiranku adalah sebuah pilihan yang tidak bijak, itu rasanya seperti memaksakan sesuatu yang tak seharusnya ada.

Thursday, January 3, 2013

Aku benci..

January 03, 2013 0 Comments
Aku benci ketika di malam hari mataku terpejam ku dapati bayangmu disana, melintas, bahkan mendiami seluruh ruang gelap mataku dan seluruh ruang otakku. Datang di setiap mimpi-mimpi indahku, malam ini aku rindu kamu *lagi-dan-lagi* dada ini terasa sesak mengingatmu, air mata pun seolah berlomba untuk mengalir di pipi. Sadarkah, ternyata masih kamu yang aku rindu satu-satunya, namun aku pun sadar diri, apa pedulimu padaku?

Tekadang

January 03, 2013 0 Comments
Karena ketika kamu bahagia, tidak selalu orang-orang ikut bahagia denganmu. Kamu tak pernah tau apa yang orang-orang di luar sana sedang rasakan. Mungkin sedih, kecewa, terluka, atau bimbang, bahagia mu tidak selalu berarti bahagia bagi orang lain. Terkadang disaat orang lain bahagia, disana juga ada yang sedang merasa kecewa, hargailah. Terkadang pula mungkin semua yang kamu rasa dipendam saja, atau boleh kau bagi namun tidak untuk selamanya karena bahagia dan kecewa harus adil untuk setiap orang. Nikmatilah, namun ingat pula sekitarmu.

Wednesday, January 2, 2013

Random Post #3

January 02, 2013 0 Comments
Aku tokoh utamanya disini.
Aku mengagumi seorang pria.
Aku sedang berpura-pura pada orang-orang.
Aku berkata pada mereka aku tidak mengagumi siapa-siapa.
Aku tidak jago menipu mereka.
Aku kalah oleh mereka, mereka memergoki perasaanku.
Aku dibuat malu oleh mereka.
Aku terpaksa mengakuinya.
Aku tidak bisa berpura-pura lagi.
Aku ungkapkan semuanya, mereka tertawa dihadapanku.
Aku tersipu malu lagi.
Aku ditertawakan mereka.

Random Post #2

January 02, 2013 0 Comments
"Terkadang suatu hari, saya mengaku saya adalah seorang egois yang selalu ingin didengar. Tapi saya tak pernah menolak diberi celaan atau sanggahan. Terserah orang berkata apa, saya akan selalu terima. Orang lain membenci saya, itu haknya. Orang lain menyukai saya, itupun haknya. Hidup orang lain, terserah mereka."

Random Post #1

January 02, 2013 0 Comments
Lagi-lagi kau perlakukan aku seperti ini.
Kau perlakukan aku seolah-olah aku sebuah mainan kayu yang tidak berperasaan.
Kau bisa naikkan aku setinggi yang kau mampu.
Namun kau selalu lupa cara untuk menurunkanku.
Kau hanya tahu cara menjatuhkanku sehingga aku terhempas begitu hebatnya.
Kau bisa terbangkan perasaanku setinggi angkasa.
Namun kau lebih sering memperlakukanku tanpa perasaan.
Apa yang kau sembunyikan dibalik ini semua?
Kau sembunyikan apa yang kau ingin katakan?
Apa yang kau siratkan tak pernah sama seperti apa yang aku maksudkan.
Siratanmu hanya benar menurutmu sendiri.
Tidak pernah benar kataku.

Friday, December 14, 2012

Masa Lalu?

December 14, 2012 0 Comments
Masa lalu, apa yang terlintas di benakmu saat mendengar kata ini? Mungkin bagi beberapa orang, masa lalu dianggap menjadi cerita kelam dan seperti sebuah lingkaran hitam yang menjerat dan mengikat, menjerat dalam waktu lama dan sulit untuk mencari jalan keluar, seolah gelap tak tau arah, mengikat seolah kita tak bisa bergerak maju dari masa lalu. Khususnya bagiku, aku yang terjerat dan terikat, sulit mencari jalan keluar.
Masa lalu bagiku menjadi sebongkah cerita suram yang teramat pilu untuk dikenang, iya ini bagiku, entah bagi orang-orang.

Sunday, November 11, 2012

For Sure.

November 11, 2012 0 Comments
Dia yang selalu menjadi kamu dalam setiap ceritaku adalah dia lah bahkan yang mungkin tak pernah tahu bahwa semua ini untuk dirinya, dia yang menjadi kamu dalam setiap ceritaku adalah dia yang aku yakin tidak pernah membaca cerita yang aku tulis, semua tulisan yang aku dedikasikan untuknya mungkin tak pernah dia mau membacanya.
Tulisan ini, seharusnya bermuara di matamu, bermuara di matamu karena harusnya kamu membacanya atau mungkin sekedar kau lihat untuk selintas agar setidaknya kamu tahu bahwa tokoh kamu berperan sangat banyak dalam setiap ceritaku, kamu mempunyai peran tetap dalam setiap ceritaku. Profesimu menjadi tokoh utama dalam cerita-ceritaku, dalam tulisanku, tapi tidak hanya itu, dalam kenyataan pun kamu tokoh utama nya.

Memilihmu.

November 11, 2012 0 Comments
Bahwa sesungguhnya dalam kehidupan, sebuah keputusan dan pilihan terkadang akan menjadi hal yang terasa sulit di beberapa waktu. Saat pilihan yang kita pilih ternyata bukanlah yang kita mau, saat sebuah pilihan sudah dipilihkan untuk kita namun ternyata kita tidak menginginkannya, kita harus menerimanya. Saat sebuah pilihan di takdirkan untuk kita, kita harus menjalaninya entah itu baik atau buruk.

Seperti bersamamu atau tidak bersamamu, itu pun sebuah pilihan. Jatuh cinta padamu atau tidak, itu pun sebuah pilihan dan bahkan memilihmu pun menjadi sebuah pilihan. Mendapatimu masuk dalam hidupku dan merusak tatanan nya itu pun pilihan, sekalipun memang aku yang memilihmu untuk masuk ke hidupku tapi jika seperti ini jadinya mungkin aku salah dengan pilihanku. Tapi bukankah segala hal yang menjadi jalan hidup kita itu sudah dipilihkan oleh tuhan dan segala yang dipilihkan tuhan tentu saja itu yang terbaik dan tidak salah untuk hidupmu. Lantas mengapa aku merasa pilihan ini memuakkan, membuatku tak karuan, dia yang dipilihkan tuhan untukku ternyata mengambil penuh tempatnya dalam ingatan jangka panjangku yang tentu saja melekat selamanya. Kenapa tuhan mengatur ini sedemikian rupanya? Rasa bahagia, sakit, tawa, tangis, untuk apa? Untuk membuat aku mengerti? Mengerti mengenai hidup dan mengerti bahwa hidup itu tidak harus selalu bahagia? Sayangnya mungkin memang benar seperti itu. Semua yang terjadi saat ini pun mungkin hasil dari apa yang aku pilih dalam hidupku, suka tidak suka aku harus menikmati dan menjalaninya bukan?

Menghilang.

November 11, 2012 0 Comments
Bagaimana jika nanti kamu menghilang? Tak pernah mau aku membayangkannya, enggan, enggan menyelipkan hal-hal tidak menyenangkan dalam benak dan pikiran ini. Tapi mengapa, bahkan jauh hari sebelum hal itu terjadi aku sudah dibayangi rasa takut akan kehilanganmu, yang aku sendiri pun mungkin tak tahu itu kapan, aku sendiri pun bahkan tak tahu itu akan terjadi atau tidak.
Tapi buktinya, sebelum itu terjadi pun aku sudah merasa takut, entah apa yang akan terjadi padaku jika ini semua memang menjadi nyata nantinya. Mendapatimu hilang, lenyap, entah kemana, bayangmu hilang ditelan arah, namamu tak lagi terekam dalam benakku, kemudian perasaan ini akan lenyap bersama kamu yang lambat laun menghilang, semua tentangmu mungkin nanti akan terbuang dari diri ini, sekali pun aku enggan. Rasa kehilangan ini bukan aku yang minta.