Tuesday, February 9, 2016

Dear my beloved parents....

February 09, 2016 2 Comments
Teruntuk Mama dan Papa yang kalau malam hari pasti lagi serius nonton Ashoka berdua,

Assalamualaikum Ibu Sri dan Bapak Engkus yang kalau bercanda kadang suka garing tapi tetep aja ketawa ngakak berdua. Iya dimaklumi, untung sayang. Eh hahahaha. Kalau suatu hari mama dan papa baca surat ini, maafkan kalau anakmu hanya berani menuliskan kata-kata semacam ini dibandingkan menyampaikannya secara langsung. Mungkin anakmu ini terlalu gengsi untuk menyampaikan hal-hal manis seperti mengucapkan sayang dan mengirim surat seperti ini.
Ma, Pa, saat ini anakmu (akhirnya) punya pacar juga, yang Insya Allah bisa dipercaya, Insya Allah bisa menjagaku diluar sana selain dirumah, yang akan mengantarkan anakmu ini sampai rumah dengan selamat. Anakmu ini sudah dewasa ma, pa, Insya Allah sudah tahu mana yang baik dan buruk serta mana yang benar dan mana yang salah.

Saturday, February 6, 2016

Surat untuk seseorang berinisial L.

February 06, 2016 1 Comments
Teruntuk kamu, seseorang dari masa lampau..

Perlukah ku mulai surat ini dengan sapaan? Agar suasana kita dapat cair kembali seperti 2 tahun lalu? Baiklah, mungkin aku perlu menyapamu lagi setelah hampir 2 tahun kita bertemu. Hai L, apa kabarmu? Apa kau masih ingat padaku? Jika kau lupa segera lah tengok ayunan di halaman rumahmu, tempat kita dulu menghabiskan waktu bersama, disebelahnya terdapat pohon dan kita mengukir nama kita disana. Iya, setiap sore kan kita bermain disana.
Setelah hampir 5 tahun bersama melewati waktu berdua, sabtu malam di 23 Juni waktu itu, kau mengajakku jalan lalu kau tiba-tiba ingin berkata sesuatu padaku. Dan ternyata kau memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Tahukah kau? Malam itu, dibawah lampu jalanan yang berjarak setiap 50 meter, aku berjalan menyusuri malam dikala hujan, aku suka melakukannya, karena ketika aku menangis di bawah hujan aku tahu bahwa takkan ada orang yang tahu dan melihatku sedang menangis. Tapi kau tidak mengejarku, membiarkanku berjalan dibawah hujan menangis sendirian dimalam hari. Tega, iya kau sungguh tega. Dengan semua ketegaanmu kau makhluk yang paling aku benci saat itu..

Friday, February 5, 2016

Surat Untuk Sahabat #2

February 05, 2016 1 Comments


Teruntuk Tiara Ajeng Sartika, Erida Asih Selilana dan Ramadhan Putra Suranegara,


Halo sahabat-sahabat Maharani yang jauh disana, terbatas oleh jarak dan waktu yang sesungguhnya tidak seberapa tapi terasa amat jauh, begitu sulit mencari-cari waktu untuk bisa berkumpul berempat. Apa kabarnya kalian bertiga disana? Rasanya semenjak Maharani ada di fase job trainning ini, Maharani jadi mulai dilanda rindu pada teman-teman, dari mulai teman kampus sampai teman-teman lama yang jarang ditemui. Saat menulis surat ini, Maharani sedang memutar lagu-lagunya paramore supaya soundtracknya cocok banget mengingatkan jaman SMP. (((SMP))) ya ampuuuuuuun 9 tahun sudah ya kita berteman, dari mulai masih cupu sampe sekarang yang cewe-cewe udah kenal make up dan Putra yang semakin ganteng. Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat ya..

Thursday, February 4, 2016

Comfort Zone

February 04, 2016 2 Comments
Kepada kamu sekalian yang sedang bertanya-tanya mengenai apa itu rasa nyaman,

Menurutmu, apa yang kamu sebut dengan rasa nyaman? Menurutmu, bagaimana kamu bisa menemukan rasa nyaman? Menurutmu, bisakah kamu merasa nyaman dengan setiap orang yang ada di hidupmu? Menurutmu, mudahkah menumbuhkan rasa nyaman bersama seseorang? Mari kita jawab satu persatu pertanyaan di atas..

Bagi saya, kenyamanan itu merupakan sesuatu hal yang sulit untuk didapatkan. Suatu rasa dimana kita diterima oleh seseorang atau sekelompok orang yang membuat kita memutuskan untuk tinggal bersama mereka. Tidak setiap orang yang bersama berarti dia merasa nyaman satu sama lain, ketika kedekatan terjalin disitu lah rasa nyaman berada.
Ketika rasa nyaman itu ada, keterbukaan dan rasa leluasa pun akan muncul diantara satu sama lain, takkan lagi ada rasa canggung diantara satu sama lain. Bukan berarti kita hanya berpangku tangan pada orang yang sama, tetapi rasa nyaman itu tidak mungkin kita temukan dari setiap orang yang telah kita temui sampai saat ini..

Wednesday, February 3, 2016

Terimakasih, Tuan Hujan.

February 03, 2016 1 Comments
Hai tuan Hujan, mungkin aku harus menyapamu terlebih dahulu sebelum aku memulai suratku ini, kemudian aku harus memberitahumu untuk apa aku mengirimimu surat. Jika suratku di beberapa tahun sebelumnya mengungkapkan ketidaksukaanku padamu, kali ini surat ini akan berisi ucapan terimakasihku padamu.

Yaaaaaaa......Nampaknya kali ini aku harus berterimakasih banyak pada hujan yang biasanya selalu membuatku mengeluh karena pasti akan membuatku terjebak kemacetan yang amat panjang pada saat perjalanan pulang. Aku harus berterimakasih benyak pada hujan yang bisa membuat aku lebih lama saat bersamamu. Aku harus berterimakasih kepada hujan yang menahanku untuk lebih lama bersamamu. Percayalah, sekalipun hanya berdiam diri dan saling memandangi satu sama lain, bagiku hal sederhana itu cukup menyenangkan jika dilakukan bersamamu.. Hanya saling memandangi dan lalu saling tersipu malu, sederhana namun menyenangkan.

Tuesday, February 2, 2016

Superb Sweet Love Letter.

February 02, 2016 2 Comments
Teruntuk Tiara Ajeng Sartika yang lagi manis-manisnya,


Basi banget lo pake nanya kabar segala, belom juga berapa minggu kita nggak ketemu. Rasa-rasanya baru kemarin diceng-cengin waktu diperjalanan di mobilmu. Huffffff sebal. Hahahahahahaha btw frontal amat sih bu sebut tahun, bawa-bawa angka berapa lama kita orang jomblo..... Sembilan tahun kenal, separuhnya aku habiskan dengan jomblo dan buang-buang waktu sama kamu ya? Hahaha btw makasih loh selama ini selalu menjadi tempat aku kembali untuk segala hal, makasih sudah jadi partner gigs yang setia, walupun akhir-akhir ini Ajengnya sering sibuk dan aku terpaksa memaksa Risang jadi anak gigs juga (yang akhirnya emang berhasil).

Monday, February 1, 2016

Surat Untuk Sahabat #1

February 01, 2016 2 Comments

Teruntuk Danira Bunga dan Pasa Wardani si partner kegabutan di kampus....

Ingin bertanya apa kabar, tapi itu terlalu klasik. Terlebih bagi Danira yang kutemui setiap harinya... 
Ternyata waktu yang berlalu itu amat sangat berharga ya? Rasanya beberapa bulan lalu kita masih punya waktu bertiga untuk sekedar berkumpul bertiga di sebuah tempat yang kita sebut markas atau di kantin kampus, menghabiskan waktu dengan berbincang ngalor-ngidul dari yang tidak penting sampai hal penting, gelendotan dan senderan bertiga, makan bareng, curhat bareng, gibah bareng, dari pagi buta sampe udah gelap. Rasanya waktu-waktu itu dulu begitu berharga ya? Sekarang Maharani lagi dilanda rindu sama sahabat-sahabat, rindu menghabiskan waktu berjam-jam sekali pun itu untuk hal tidak penting seperti yang selama ini kita lakukan, tapi selalu ada tawa dan canda yang kita bagi disana.