Thursday, February 12, 2015

Dear my future husband.

February 12, 2015 2 Comments
Dear my future husband.....



Ketika kamu membaca surat ini, aku hanya sedang bersyukur bahwa akhirnya Tuhan mempertemukan aku denganmu, mempertemukan kita dengan cara yang tak permah kita duga sebelumnya. Mungkin itu kamu yang sebelumnya memiliki koleksi mantan di setiap tingkat semasa sekolah, dan aku hanyalah perempuan yang berujung sama dengan perempuan yang lain, sama-sama menjadi mantanmu.......... Tapi untuk kamu nikahi hehehe terimakasih sudah mau memilih aku menjadi pendamping hidupmu, aku akan berusaha agar kamu tidak menyesal dengan pilihanmu, aku akan menunjukkan padamu bahwa aku akan menjadi yang terbaik.

Saturday, February 7, 2015

Surat untuk Danira..

February 07, 2015 4 Comments
Teruntuk Danira Bunga Agusti,


Danira Bunga Agusti, perempuan kesayangan aku yang selalu rela menghabiskan malam-malamnya dengan berbincang bersamaku via line. Dari mulai hal tidak penting hingga hal yang sangat penting, dari yang tidak produktif sampai produktif, semuanya hanya dengan Danira. Sudah banyak malam yang dihabiskan hingga larut hanya untuk sekedar bertukar cerita dan meminta pendapat, ada banyak hal yang bisa kita bicarakan, terutama............. tentang mantan. Hehe.

Friday, February 6, 2015

Jatuh cinta denganmu itu...

February 06, 2015 1 Comments
Dear Dezky,


Jatuh cinta denganmu itu... Menyenangkan.
Jatuh cinta denganmu itu... Menyakitkan.
Jatuh cinta denganmu itu... Membuat aku tak bisa berhenti.
Jatuh cinta denganmu itu... Bisa membuat aku setengah gila dan kehilangan akal sehatku.
Jatuh cinta denganmu itu... Kadang menyakitkan bagiku.
Jatuh cinta denganmu itu... Tak pernah aku bayangkan sebelumnya.

Wednesday, February 4, 2015

Lelaki berinisial A.

February 04, 2015 2 Comments
Teruntuk seseorang berinisial A,


Selamat berjumpa lagi dengan surat dariku (itu pun jika sebelumnya kamu pernah membaca surat dariku). Lagi apa? Lagi sibuk enggak? Semoga enggak cukup sibuk buat baca surat ini barang sebentar (walaupun nggak berharap kamu baca, kalau baca syukur, enggak juga nggak apa-apa, mungkin suatu hari kamu akan menemukan surat untukmu ini entah bagaimana caranya). Surat ini isinya cuma mau cerita aja, nggak akan ada kata-kata puitis lainnya, barangkali kamu mau ikut aku tersenyum mengingat cerita di beberapa tahun silam, betapa bodohnya, tapi lucu saat diingat. Bagiku sih begitu, bagi kamu sih nggak tahu hehehe. Nggak perlu aku tanya kabar, aku tahu kamu sehat-sehat saja, sering kirimin clover get rich kiranya jadi pertanda bahwa kamu cukup sehat untuk rajin main get rich, orang sakit kan mana mungkin bisa. Eh maaf prolognya kepanjangan.

Tuesday, February 3, 2015

K(a)mu..

February 03, 2015 1 Comments
Kepada kamu,


Belakangan ini aku merasa ada yang aneh pada diriku sendiri, mendapati betapa bahagianya diri ini saat aku berhasil berpapasan denganmu di suatu tempat di kampus, sesuatu yang aku rasa aneh saat ini. Bagaimana bisa, kamu? Kamu yang bahkan tak aku ketahui siapa namanya, membuat penasaran dan ingin mencari tahu siapakah sosok laki-laki yang mampu menarik perhatianku ini. Sebelumnya aku tak pernah sadar dengan adanya dirimu, rasa penasaranku membuat aku ingin tahu, siapakah gerangan laki-laki yang tiba-tiba mengacaukan seisi kepalaku dengan bayangan wajahnya? 

Monday, February 2, 2015

Tears No.2

February 02, 2015 2 Comments

Tears No. 2
Selamat malam Ren, aku tahu kamu mungkin kaget mendapati surat ini ada di meja belajarmu sementara selama ini kita sudah lama tak bertemu, iya sejak kamu meminta kita untuk saling memikirkan kesalahan masing-masing, bahkan kamu tak mencoba untuk mencariku sekali saja, sementara aku disini terus saja memikirkanmu, mengkhawatirkanmu. Untuk itulah aku beranikan diri untuk menaruh surat ini di atas meja belajarmu, atas izin si Mbokmu yang saat itu kebetulan sedang sendirian di rumah.

Sunday, February 1, 2015

Kepada sang waktu..

February 01, 2015 4 Comments
Kepada sang waktu,



Terimakasih untuk mengobati segala luka yang pernah tercipta. Pada akhirnya sesuatu hal yang dirasa menyakitkan akan terlupa dengan sendirinya, waktu lah yang mengobati. Waktu akan mengajarimu banyak hal , diantaranya adalah bahwa apa yang telah terjadi takkan bisa diulang kembali dan apa yang telah diucapkan takkan mungkin bisa ditarik kembali. Untuk itulah mengapa kamu harus berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu ucapkan, mengapa aku harus berpikir seperti ini sementara orang lain pun belum tentu akan peduli dengan apa yang mereka lakukan dan mereka ucapkan padaku? Mungkin bagiku berbuat baik bisa dilakukan kapan pun, pada siapa pun dan untuk itulah mengapa aku harus berpikir kembali sebelum melakukan sesuatu dan mengucapkan sesuatu, karena kita tak pernah tahu jika kita akan menyakiti orang lain kelak, perkara orang lain yang menyakiti kita, kita hanya mampu memaafkan sambil berterimakasih pada Tuhan atas segala rasa kecewa, rasa sakit dan luka yang telah diberikan.