Tuesday, February 3, 2015

K(a)mu..

February 03, 2015 1 Comments
Kepada kamu,


Belakangan ini aku merasa ada yang aneh pada diriku sendiri, mendapati betapa bahagianya diri ini saat aku berhasil berpapasan denganmu di suatu tempat di kampus, sesuatu yang aku rasa aneh saat ini. Bagaimana bisa, kamu? Kamu yang bahkan tak aku ketahui siapa namanya, membuat penasaran dan ingin mencari tahu siapakah sosok laki-laki yang mampu menarik perhatianku ini. Sebelumnya aku tak pernah sadar dengan adanya dirimu, rasa penasaranku membuat aku ingin tahu, siapakah gerangan laki-laki yang tiba-tiba mengacaukan seisi kepalaku dengan bayangan wajahnya? 

Monday, February 2, 2015

Tears No.2

February 02, 2015 2 Comments

Tears No. 2
Selamat malam Ren, aku tahu kamu mungkin kaget mendapati surat ini ada di meja belajarmu sementara selama ini kita sudah lama tak bertemu, iya sejak kamu meminta kita untuk saling memikirkan kesalahan masing-masing, bahkan kamu tak mencoba untuk mencariku sekali saja, sementara aku disini terus saja memikirkanmu, mengkhawatirkanmu. Untuk itulah aku beranikan diri untuk menaruh surat ini di atas meja belajarmu, atas izin si Mbokmu yang saat itu kebetulan sedang sendirian di rumah.

Sunday, February 1, 2015

Kepada sang waktu..

February 01, 2015 4 Comments
Kepada sang waktu,



Terimakasih untuk mengobati segala luka yang pernah tercipta. Pada akhirnya sesuatu hal yang dirasa menyakitkan akan terlupa dengan sendirinya, waktu lah yang mengobati. Waktu akan mengajarimu banyak hal , diantaranya adalah bahwa apa yang telah terjadi takkan bisa diulang kembali dan apa yang telah diucapkan takkan mungkin bisa ditarik kembali. Untuk itulah mengapa kamu harus berhati-hati dengan apa yang kamu lakukan dan apa yang kamu ucapkan, mengapa aku harus berpikir seperti ini sementara orang lain pun belum tentu akan peduli dengan apa yang mereka lakukan dan mereka ucapkan padaku? Mungkin bagiku berbuat baik bisa dilakukan kapan pun, pada siapa pun dan untuk itulah mengapa aku harus berpikir kembali sebelum melakukan sesuatu dan mengucapkan sesuatu, karena kita tak pernah tahu jika kita akan menyakiti orang lain kelak, perkara orang lain yang menyakiti kita, kita hanya mampu memaafkan sambil berterimakasih pada Tuhan atas segala rasa kecewa, rasa sakit dan luka yang telah diberikan.

Saturday, January 31, 2015

Dearest Bestfriend.

January 31, 2015 6 Comments
What i called Happiness.

Kepada sahabat tersayang,



Hai kalian, sahabat tersayang yang pernah aku miliki. Mungkin lagi-lagi tahun ini aku mengirimkan sepucuk surat untuk sahabat. Ya, bagiku mana bisa aku melupakan seorang sahabat yang selalu ada di hari-hariku. Aku selalu bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih pada tuhan karena telah mengirimkan orang-orang terbaik seperti kalian, betapa beruntungnya aku karena tuhan mempertemukan aku dengan kalian, jika kalian orang yang salah, tak mungkin hingga detik ini kita masih bersama-sama, bukan begitu?

Friday, January 30, 2015

Kamu, dalam doaku.

January 30, 2015 4 Comments
Teruntuk, kamu...


Hai, selamat malam kamu yang jauh disana. Ini pukul 23.57 tepat dimana aku memulai menulis surat ini untukmu dan nampaknya, aku merindukanmu. Pertanyaan klasik yang selalu dilemparkan saat seseorang sudah lama tak jumpa, apa kabar? Iya, apa kabarmu disana? Diam-diam aku yang tak berani bertanya ini memang Ingin tahu seperti apa kabarmu, aku disini hanya mampu mendoakan agar kamu baik-baik saja disana. Karena katanya mendoakan seseorang adalah cara memeluknya dari jauh..

Tuesday, January 6, 2015

January 06, 2015 0 Comments
Rasanya setiap kali tentangmu terlintas dalam benakku, seolah ada ngilu yang samar terasa, yang aku coba untuk tutupi tapi sesungguhnya ada dan terasa nyata... Seolah mencoba untuk menguatkan diri bahwa tak perlu ada yang membantu untuk menghadapi ini semua, tapi ternyata kenyataan selalu tak sejalan dengan harapan. Sekuat apapun aku berusaha menutupi segalanya, seringkali itu semua seolah berbalik menyerangku, berkali-kali ku coba membuangnya jauh, semuanya seolah menerkanku dan bahkan menggerogoti seluruh isi kepalaku. Oh, poor you.

Saturday, January 3, 2015

Teruntuk Divisi Marcomm..

January 03, 2015 0 Comments
Organisasi adalah tempat dimana saya belajar dan mendapatkan ilmu yang tidak akan pernah bisa saya dapatkan saat saya ada di kelas atau di bangku sekolah mana pun, organisasi memberi kita banyak pelajaran hidup, banyak kenangan, dan juga tentunya banyak pembelajaran di dalamnya. Bertemu dengan orang-orang yang baru adalah suatu tantangan dalam organisasi, bagaimana kita mampu menyesuaikan dan beradaptasi atau tidak. Iklim organisasi yang dapat kita terima atau tidak, akan berpengaruh pada kinerja kita selama ada dalam organisasi.