Kepada kamu yang sudah
menemukan penggantiku,
Apa
yang harus aku mulai terlebih dahulu? Menyapamu? Menanyakan kabarmu? Atau
menanyakan menganai pacar barumu? Ah untuk apa aku harus berpura-pura baik di
surat ini jika sesungguhnya aku kecewa dan terluka. Luka ini kamu biarkan
semakin menganga dengan apa yang kau lakukan bersamanya dan aku mampu melihat
apa yang kau lakukan.
Tapi
jauh di lubuk hatiku memang aku tak bisa memungkirinya bahwa aku memang masih
mengharapkanmu diam-diam. Aku sangat terluka ketika mengetahui kamu yang
kemudian berputus asa dan menyerah pada kita. Iya memang itu sudah terjadi
sengat lama namun tak pernahkah kau sadari luka yang menganga ini? Kau sakiti
berulang kali seolah luka yang kau sirami air cuka dan membuatnya semakin pedih.
Iya aku minta maaf mengenai aku yang menaruh harapku padamu, tapi ini ulahmu.
Aku tak tahu bagaimana menghentikannya.









