Bandung,
14 Januari 2013
Teruntuk kamu,
Selamat siang, duhai kamu yang masih sulit untuk digapai. Rangkaian kata-kata ini aku khususkan untuk dirimu.
Biarkan aku bertanya padamu. Masih bahagiakah kau dengan kesendirianmu? Masihkah kau menyukai hari-harimu yang sepi tanpa seseorang yang mungkin bisa kau ajak bicara? Masihkah kau merasa nyaman dengan hidupmu yang sendiri itu? Tidakkah kau merasa membutuhkan seseorang di sampingmu? Tak pernahkah terbesit keinginan untuk berdua dengan seseorang?
Aku masih bertanya-tanya hingga saat ini, apakah yang membuatmu menjadi seseorang yang sangat sulit untuk digapai, bahkan seolah-olah kau tak memberikan celah sedikit pun untuk siapapun itu -khususnya aku. Apakah yang menjadi pertimbanganmu selama ini? Mengacuhkan yang mempedulikanmu dan mungkin mempedulikan yang mengacuhkanmu, tak bosankah? Apalagi yang kau pikirkan, dan apalagi yang seharusnya terjadi pada hidupmu sebenarnya?






