Monday, January 14, 2013

Kepada kamu, yang sulit untuk digapai.

January 14, 2013 0 Comments
Bandung,
14 Januari 2013

Teruntuk kamu,

Selamat siang, duhai kamu yang masih sulit untuk digapai. Rangkaian kata-kata ini aku khususkan untuk dirimu. 
Biarkan aku bertanya padamu. Masih bahagiakah kau dengan kesendirianmu? Masihkah kau menyukai hari-harimu yang sepi tanpa seseorang yang mungkin bisa kau ajak bicara? Masihkah kau merasa nyaman dengan hidupmu yang sendiri itu? Tidakkah kau merasa membutuhkan seseorang di sampingmu? Tak pernahkah terbesit keinginan untuk berdua dengan seseorang?
Aku masih bertanya-tanya hingga saat ini, apakah yang membuatmu menjadi seseorang yang sangat sulit untuk digapai, bahkan seolah-olah kau tak memberikan celah sedikit pun untuk siapapun itu -khususnya aku. Apakah yang menjadi pertimbanganmu selama ini? Mengacuhkan yang mempedulikanmu dan mungkin mempedulikan yang mengacuhkanmu, tak bosankah? Apalagi yang kau pikirkan, dan apalagi yang seharusnya terjadi pada hidupmu sebenarnya?

Thursday, January 3, 2013

Aku benci..

January 03, 2013 0 Comments
Aku benci ketika di malam hari mataku terpejam ku dapati bayangmu disana, melintas, bahkan mendiami seluruh ruang gelap mataku dan seluruh ruang otakku. Datang di setiap mimpi-mimpi indahku, malam ini aku rindu kamu *lagi-dan-lagi* dada ini terasa sesak mengingatmu, air mata pun seolah berlomba untuk mengalir di pipi. Sadarkah, ternyata masih kamu yang aku rindu satu-satunya, namun aku pun sadar diri, apa pedulimu padaku?

Tekadang

January 03, 2013 0 Comments
Karena ketika kamu bahagia, tidak selalu orang-orang ikut bahagia denganmu. Kamu tak pernah tau apa yang orang-orang di luar sana sedang rasakan. Mungkin sedih, kecewa, terluka, atau bimbang, bahagia mu tidak selalu berarti bahagia bagi orang lain. Terkadang disaat orang lain bahagia, disana juga ada yang sedang merasa kecewa, hargailah. Terkadang pula mungkin semua yang kamu rasa dipendam saja, atau boleh kau bagi namun tidak untuk selamanya karena bahagia dan kecewa harus adil untuk setiap orang. Nikmatilah, namun ingat pula sekitarmu.

Senja, Hujan, dan Pelangi..

January 03, 2013 0 Comments
*kring kring*
Ada pesan lagi yang masuk, entah pesan dari siapakah itu.
Sengaja ku abaikan, aku sedang tak ingin diganggu, oleh karena itu aku batalkan semua janji di hari ini. Janji yang aku batalkan menurutku, janji yang aku batalkan secara sepihak, menurutku saja.
Sore ini, lagi dan lagi aku memutuskan untuk mengunci diriku sendiri didalam kamarku, menolak dunia dan menenggelamkan diri dalam kamar sempit ini. Menenggelamkan diriku bersama secangkir coklat hangat dan iringan lagu-lagu beraliran jazz yang mengalun dari laptopku.
Sengaja, agar aku bisa menikmati sore yang seharusnya disambut sang senja yang gagah itu seperti biasa yang aku lakukan setiap sore, tapi sayangnya soreku hari ini ditemani hujan gerimis yang manis yang menari membasahi bumi.

Wednesday, January 2, 2013

Random Post #3

January 02, 2013 0 Comments
Aku tokoh utamanya disini.
Aku mengagumi seorang pria.
Aku sedang berpura-pura pada orang-orang.
Aku berkata pada mereka aku tidak mengagumi siapa-siapa.
Aku tidak jago menipu mereka.
Aku kalah oleh mereka, mereka memergoki perasaanku.
Aku dibuat malu oleh mereka.
Aku terpaksa mengakuinya.
Aku tidak bisa berpura-pura lagi.
Aku ungkapkan semuanya, mereka tertawa dihadapanku.
Aku tersipu malu lagi.
Aku ditertawakan mereka.

Random Post #2

January 02, 2013 0 Comments
"Terkadang suatu hari, saya mengaku saya adalah seorang egois yang selalu ingin didengar. Tapi saya tak pernah menolak diberi celaan atau sanggahan. Terserah orang berkata apa, saya akan selalu terima. Orang lain membenci saya, itu haknya. Orang lain menyukai saya, itupun haknya. Hidup orang lain, terserah mereka."

Random Post #1

January 02, 2013 0 Comments
Lagi-lagi kau perlakukan aku seperti ini.
Kau perlakukan aku seolah-olah aku sebuah mainan kayu yang tidak berperasaan.
Kau bisa naikkan aku setinggi yang kau mampu.
Namun kau selalu lupa cara untuk menurunkanku.
Kau hanya tahu cara menjatuhkanku sehingga aku terhempas begitu hebatnya.
Kau bisa terbangkan perasaanku setinggi angkasa.
Namun kau lebih sering memperlakukanku tanpa perasaan.
Apa yang kau sembunyikan dibalik ini semua?
Kau sembunyikan apa yang kau ingin katakan?
Apa yang kau siratkan tak pernah sama seperti apa yang aku maksudkan.
Siratanmu hanya benar menurutmu sendiri.
Tidak pernah benar kataku.